Sunday, April 24, 2022


”Masehi/p>

Belajar Memahami Dengan Methode "Translating" Saturday, August 22, 2020 اَلْقَصِدَةُ الْبُرْدَةِ QASIDAH BURDAH لِامَامِ مُحَمَّدِبْنِ سَعِيْدِ الْبُوْ صِيْرِيْ Oleh َ: IMAM MUHAMMAD IBNU SA'ID AL BUSHIRI اَلْفَصْلُ الرَّابِعُ BAB IV ۞فِی مَوْلِدُ النَّبِيِّ ﷺ۞ٰ KELAHIRAN NABI SAW مَوْلَايَ صَلِّی وَسَلِّمْ دَائِمًا اَبَدًا۞ عَلَی َحبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ۞ Wahai Tuhanku! Curahkanlah selalu sholawat dan salam kepada kekasih-Mu mahluk terbaik dari mahluk seluruhnya . اَبَا نَ مَوْلِدُهُ عَنْ طِيْبِ عِنْصُرِهِ يَاطِيْبَ مُرْتَدَاٍ مِنْهُ وَمُخْتَتَمِ۞ Kelahirannta(Nabi SAW)mengungkapkan tentang kesucian unsurnya. Anlangkah baik permulaan maupun pengh8j7ngnya. يَوْمٌ تَفَرَّسَ فِيْهِالفُرْسُ اَنَّهُمُ قَدْ اُنْذِرُ ْا بِحُلوْلِ الْبُؤْسِ وَالنِّقَامِ۞ Hari yang telah diramalkan orang-orang Persi bahwa mereka pasti akan mendapat peringatan dengan datangnya bencana dan siksa. وَبَاتَ اِؤْوَنُ كِسْرٰی وَهُوَ مُنْصَدِعٌ كَمَشْلِ اَصْحَابِ كِسْرَی غَيْرَ مُلْتَعِمِ ۞ Dan saat tenfah malam istana Raja Kisra menjadi terbelah, sebagaimana hubungan sekutu-sekutu Raja Kisra yang tanpa persatuan. وَالنَّارُ خَامِدَةُالْاَنْفَاسِ مِنْ اَسَفٍ عَلَيْهِ وَالنَّهأرُ سَاهِی الْعَيْنِ مِنْ سَدِمِ۞ Dan apu sesembahan meteka padam karena kesedihan dan mata air sungai menjadi kering karena kesengsaraan. وَسَآ ء سَاوَتَ اَنْ غَاضَتْ بُحَيْرَتُهَا وَرُدَّ وَاِدُهَا بِالْغَيْظِ حِيْنَ ظَمِی۞ Dan alsngkahburuknyakeasaan di sekitar Danau Sawah saat danaunya mengering. Dan orang yang ibgin mengambil airnya terpaksa kenbali dengan perasaan marah ketika haus. كَاَنَّ بِالَّارِ مَا بِالْمَاءِ مِنْ ۘبَلَلٍ حُزْهزاً بِالْمَآءِ ما بِالنَّآرِ مِنْ ضَرَمِ Seakan-akan pada api sesembahan itu terdapat air (Danau Sawah) yanf memvasahi. karena kesedihan. dan pada air Danau Sawah terdapat api yang menyala. وَالْجِنُّ تَهْتِفُ وَالْاَنْوَارُ سَاتِعَةٌ وَالْحَقُّ يَظْهَرُ مِنْ مَعْنً ومِنْ كلَمِ ۞ Dan bangsa Jin mnjerit? serta lampu-lampu menyala terang. Dan kebenaran tampak nyata. Baik dari makna msupun perkaraan. عَمُوا وَصَمُّوا فَاِعْلَانُ الْبَشَاءِرِ لَمْ تُسمعُ وَبَارِقَةُ الْاَنْذَارِ لَمْ تُشَمِ Mereka menjadi buta dan tuli, pengumuman, kabar gembira tudak didengar. Dan k8latan peringatan tidak dihiraukan. مِنْ بَعْدِ مااَخْبرَ الْاَقْوَامَ كَاهِنُهُمْ بِاَنَّ دِيْنُهُمُ الْمُعْوَجَّ لَمْ يَقُمِ ۞ Setelah apa yang dikabarkan oleh pendeta-pendeta mereka bahwa agama mereka yang melenceng itu tidak dapat berdiri lagi. و بَعْدَمَا عَا يَنُوا فِی الاُفْقِ مِنْ شُهُبٍ مُنْقَضَّةٍ وَّفْقَ مَا فِی الَاَرْضِ مِنْ صَنَمِ ۞ Dan setelah apa yang mereka lihat di ufuk, yaitu bintang-bintang yang berjatuhan, sama debfan apa yang terjadi pada berhala-berhala yang ada di vumi. حَتَّی غَدَا عَنْ طرِيْقِ الْوَحْيِ مُنْهَزِمُ مِان الشَّيَاطِينِ يَقْفُوٓ اِثْرَ منْهَزِمِ۞ Hingga terbuka turunnya wahyu menyebabkan syetan-syetan lari tetbirit-birit untuk mengelak dari wahyu yang terus berdatangan. كَاَنَّهُمْ هَرَبًا اَبْطَالُ اَبْرَهَةٍ اَو اسْكَرٌ بِالحَصَ مِنْ رَاحَتَيْهِ رُمِی ۞ Mereka berlarian bagaikan tentara Abrahah atau PaSukan yang dihujani kerikiI l yang dilempar olehnya (Nabi SAW) yang dilempar lehnya. نَبْذًابِهٖ بَعْذَ تَسِْبِيْحٍ بِبَتْنِهِمَا نَبْذَالمُسَبِّحِ مِنْ اَحْشَآءِ مُلْتَقِمِ ۞ Dilemparkan (kerikil-kerikil) olehnya setelah mereka bertasbih di dalam kedya telaoak tanfannya, bagaikan terlemparnya orang yang bertasbih (Nabi Yunus A.S.) Dari perut si penelan (IKAN Nun). http://ikahab.blogspot.com/2020/08/belajar-memahami-dengan-methode.html ‹Powered by Blogger.

 Belajar Memahami Dengan Methode "Translating" 

Saturday, August 22, 2020


اَلْقَصِدَةُ الْبُرْدَةِ


QASIDAH BURDAH


لِامَامِ مُحَمَّدِبْنِ سَعِيْدِ الْبُوْ صِيْرِيْ


Oleh َ:


IMAM MUHAMMAD IBNU SA'ID 

AL BUSHIRI



اَلْفَصْلُ الرَّابِعُ 


BAB IV


۞فِی مَوْلِدُ النَّبِيِّ ﷺ۞ٰ


KELAHIRAN NABI SAW


مَوْلَايَ صَلِّی وَسَلِّمْ دَائِمًا اَبَدًا۞

عَلَی َحبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ۞ 



Wahai Tuhanku! Curahkanlah selalu sholawat dan salam kepada kekasih-Mu mahluk terbaik dari mahluk seluruhnya .



اَبَا نَ مَوْلِدُهُ عَنْ طِيْبِ عِنْصُرِهِ

يَاطِيْبَ مُرْتَدَاٍ مِنْهُ وَمُخْتَتَمِ۞


Kelahirannta(Nabi SAW)mengungkapkan tentang kesucian unsurnya. Anlangkah baik permulaan maupun penghujungnya.



يَوْمٌ تَفَرَّسَ فِيْهِالفُرْسُ اَنَّهُمُ

قَدْ اُنْذِرُ ْا بِحُلوْلِ الْبُؤْسِ وَالنِّقَامِ۞



Hari yang telah diramalkan orang-orang Persi  bahwa mereka pasti akan mendapat peringatan dengan datangnya bencana dan siksa.



وَبَاتَ اِؤْوَنُ كِسْرٰی وَهُوَ مُنْصَدِعٌ

كَمَشْلِ اَصْحَابِ كِسْرَی غَيْرَ مُلْتَعِمِ ۞



Dan saat tengah malam istana Raja Kisra menjadi terbelah, sebagaimana hubungan sekutu-sekutu Raja Kisra yang tanpa persatuan.



وَالنَّارُ خَامِدَةُالْاَنْفَاسِ مِنْ اَسَفٍ

عَلَيْهِ وَالنَّهأرُ سَاهِی الْعَيْنِ مِنْ سَدِمِ۞



Dan api sesembahan mereka padam karena kesedihan dan mata air sungai menjadi kering karena kesengsaraan.



وَسَآ ء سَاوَتَ اَنْ غَاضَتْ بُحَيْرَتُهَا 

وَرُدَّ وَاِدُهَا بِالْغَيْظِ حِيْنَ ظَمِی۞



Dan alangkah buruknya keadaan di sekitar  Danau Sawah saat danaunya mengering. Dan orang yang ingin mengambil airnya terpaksa kenbali dengan perasaan marah ketika haus.



كَاَنَّ بِالَّارِ مَا بِالْمَاءِ مِنْ ۘبَلَلٍ

حُزْهزاً بِالْمَآءِ ما بِالنَّآرِ مِنْ ضَرَمِ



Seakan-akan pada api sesembahan itu terdapat air (Danau Sawah) yang membasahi. karena kesedihan. dan pada air Danau Sawah terdapat api yang menyala.



وَالْجِنُّ تَهْتِفُ وَالْاَنْوَارُ سَاتِعَةٌ 

وَالْحَقُّ يَظْهَرُ مِنْ مَعْنً ومِنْ كلَمِ ۞



Dan bangsa Jin mnjerit. serta lampu-lampu menyala terang. Dan kebenaran tampak nyata. Baik dari makna maupun perkataan.



عَمُوا وَصَمُّوا فَاِعْلَانُ الْبَشَاءِرِ لَمْ 

تُسمعُ وَبَارِقَةُ الْاَنْذَارِ لَمْ تُشَمِ



Mereka menjadi buta dan tuli, pengumuman, kabar gembira tidak didengar. Dan kilatan peringatan tidak dihiraukan.



مِنْ بَعْدِ مااَخْبرَ  الْاَقْوَامَ كَاهِنُهُمْ 

بِاَنَّ دِيْنُهُمُ الْمُعْوَجَّ لَمْ يَقُمِ ۞



Setelah apa yang dikabarkan oleh pendeta-pendeta mereka bahwa agama mereka yang melenceng itu tidak dapat berdiri lagi.



 و بَعْدَمَا عَا يَنُوا فِی الاُفْقِ مِنْ شُهُبٍ

مُنْقَضَّةٍ وَّفْقَ مَا فِی الَاَرْضِ مِنْ صَنَمِ ۞



Dan setelah apa yang mereka lihat di ufuk, yaitu bintang-bintang yang berjatuhan, sama dengan apa yang terjadi pada berhala-berhala yang ada di bumi.



حَتَّی غَدَا عَنْ  طرِيْقِ  الْوَحْيِ  مُنْهَزِمُ

مِان الشَّيَاطِينِ  يَقْفُوٓ اِثْرَ منْهَزِمِ۞



Hingga terbuka turunnya wahyu menyebabkan setan-setan lari terbirit-birit untuk mengelak dari wahyu yang terus berdatangan.



كَاَنَّهُمْ هَرَبًا اَبْطَالُ اَبْرَهَةٍ 

اَو اسْكَرٌ بِالحَصَ مِنْ رَاحَتَيْهِ رُمِی ۞



Mereka berlarian bagaikan tentara Abrahah atau Pasukan yang dihujani kerikiI yang dilempar olehnya (Nabi SAW) 


نَبْذًابِهٖ بَعْذَ تَسِْبِيْحٍ بِبَتْنِهِمَا 

نَبْذَالمُسَبِّحِ  مِنْ اَحْشَآءِ مُلْتَقِمِ ۞



Dilemparkan (kerikil-kerikil) olehnya setelah mereka bertasbih di dalam kedua telapak tangannya, bagaikan terlemparnya orang yang bertasbih (Nabi Yunus A.S.) Dari perut si penelan (IKAN Nun). 


http://ikahab.blogspot.com/2020/08/belajar-memahami-dengan-methode.html


‹Powered by Blogger.

Friday, April 22, 2022

Jadwal shslay

 
”Masehi

Sunday, April 17, 2022

Enam Perkara Yang Dapat Menggugurkan Pahala Puasa,

 


 Ada enam perkara yang dapat menggugurkan pahala puasa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Betapa banyak orang yg berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa² kecuali haus dan dahaga" Antara lain:


1) Ghibah, yaitu: engkau menyebut kepada saudaramu yang muslim dengan sesuatu yang dibenci olehnya walaupun yang engkau sebut itu perkara yang benar


2) Namimah, yaitu: menyampaikankan suatu pembicaraan agar terjadi fitnah


3) Bersusta, yaitu: memberitahukan suatu perkara tidak sesuai kejadian.


4) Memandang kepada sesuatu yang haram, atau halal tapi di barengi syahwat hingga merasakan lezad saat memandang


5) Sumpah palsu, yaitu: bersumpah dengan cara berdusta


6) Berbicara merekayasa/dusta dan kotor dan berkelakuan dengan perkataan tersebut, Dalam sebuah hadits Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah mengamalkannya, Maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan"


[التقريرات السديدة في مسائل المفيدة ٤٤٨-٤٤٩]

Friday, January 7, 2022

SHALAWAT BADARIYAH

                                             Shalawat Badariyah

Shalawat Badariyah ini sebenarnya diberikan kepada para pejuang yang berperang ketika Perang Badar. Perang Badar merupakan perang pertama yang dilalui oleh umat Islam di Madinah. Ia merupakan isyarat betapa mulianya umat Islam yang berpegang teguh pada tali agama Allah. Kemenangan besar kaum muslimin tidak terletak pada jumlah tentera yang ikut serta tetapi terkandung kekuatan iman yang tertanam disanubari mereka. Dengan Keyakinan mereka pada Allah yang sangat kukuh itu, Allah telah menurunkan bantuan ibarat air yang mengalir menuju lembah yang curam. Tidak ada sesiapa yang dapat menahan betapa besarnya pertolongan Allah terhadap umat yang senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.


Sejarah

Serangan yang dilakukan oleh Abdullah Ibn Jahshin terhadap angkatan perdagangan kaum Quraisy pada bulan Rejab yang diharamkan berperang telah dianggap oleh mereka sebagai tamparan dan cabaran hebat kepada mereka. Kaum Quraisy merasakan kematian Al-Hadhrami seharusnya dibela dan memusnahkan semua pihak yang bersangkutan dengan pembunuhan itu. Rasulullah sememangnya menyedari pihak Quraisy pasti akan menuntut bela. Baginda telah membuat persediaan yang lebih awal.


Pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah, Rasulullah bersama 313 orang tentera telah keluar dari Madinah untuk menyekat angkatan perdagangan kaum Quraisy yang pulang dari negeri Syria (Syam) dalam usaha mereka hendak melemahkan persiapan tentera Quraisy Makkah untuk menyerang Madinah.


Abu Sufyan yang mengetuai angkatan perdagangan tersebut telah menyedari tindakan Rasulullah itu lalu beliau telah menghantar utusannya yang bernama Dham Dham bin Amr Al-Ghifari meminta bantuan dari Makkah.


Di Makkah pula, 3 hari sebelum Dham Dham sampai, Atiqah Binte Abdul Muthalib telah bermimpi sesuatu yang sungguh menakutkan. Atiqah telah bermimpi melihat seorang musafir datang dengan mengendarai unta. Ia berdiri diatas tanah lapang. Kemudian, lelaki tersebut berteriak dengan suara yang amat kuat.


“Ketahuilah wahai keluarga Ghudar, berangkatlah kalian kepada tempat-tempat kematian kalian dalam masa 3 hari.”


Atiqah melihat manusia berkumpul dekat musafir tersebut kemudian ia masuk dalam masjid diikuti orang ramai dan berdiri ia diatas untanya didepan Ka’bah dan dilaungkan lagi perkataan yang sama. Lelaki itu kemudian berdiri dihadapan Abu Qais dan diulangi ucapannya buat kali ketiga. Musafir itu kemudian mengambil batu besar dan melemparkannya. Batu itu jatuh bergolek. Ketika batu itu tiba dibawah gunung, ia pecah berkeping-keping. Tidak sebuah rumah pun yang ada di Makkah terlepas dari dimasuki pecahan batu besar tersebut.


Mimpi Atiqah itu walaupun diminta supaya dirahsiakan, telah tersebar luas di Kota Makkah hingga kepengetahuan Abu Jahal. Tetapi Abu Jahal dengan sikap bongkak dan sombongnya tidak memperdulikan mimpi itu malah diperlecehkan olehnya.


Al-Abbas bin Abdul Muthalib, orang pertama yang mengetahui tentang mimpi Atiqah telah mendengar saudaranya di ejek oleh Abu Jahal. Beliau ingin mempertahankan saudaranya lalu keluar untuk mencari Abu jahal. Pada ketika beliau terjumpa Abu Jahal, Dham Dham, yaitu utusan dari Abu Sufyan telah sampai ke Makkah dengan membawa berita Abu Sufyan meminta bantuan. Ketika itu juga Makkah menjadi kecoh dengan berita ini. Ramai pembesar-pembesar Quraisy merasa marah dengan tindakan Muhammad. Mereka lalu mengumpulkan orang untuk keluar membantu Abu Sufyan. Tidak ada seorang lelaki pun yang ingin ketinggalan dalam peperangan ini. Ada diantara mereka yang tidak dapat ikut tetapi mengutus orang suruhan mereka untuk ikut serta.


Sebelum berlaku peperangan di Badar, Nabi Muhammad S.A.W telah mengutuskan Talhah Bin Ubaidullah dan Said bin Zaid untuk mengumpul maklumat tentang kabilah Abu Sufyan. Mereka mengumpulkan maklumat ynag perlu dan kembali ke Madinah untuk menyampaikan pada Rasul. Baginda bergerak bersama-sama para pengikutnya. Baginda menuju ke Badar tetapi terlebih dahulu Baginda mengutus Ali bin Abu Talib, Zubir bin Al-Awwam dan Saad Bin Abi Waqqas bersama beberapa orang lain ke Badar mengumpulkan maklumat terbaru tentang orang Quraisy serta musuh mereka. Maklumat yang diperolehi daripada dua orang budak lelaki yang telah mendedahkan tentang tempat persinggahan orang Quraisy. Apabila Rasulullah bertanya berapa ekor binatang yang disembelih untuk makanan mereka setiap hari, kanak-kanak itu menjawab 9 atau 10 eokr. Dengan kebijaksanaan Rasulullah, Beliau dapat mengagak jumlah tentera musuh ada 900 hingga 1000 orang tentera.


Dengan maklumat yang diperolehi itu, Rasulullah pada waktu itu merasa khawatir kalau-kalau nanti setelah kejadian tenteranya bertempur dengan tentera Quraisy lalu dari tenteranya ada yang mengundur diri. Nabi Muhammad S.A.W juga ingat bahwa asal mulanya berangkat dari madinah adalah hendak mengejar seperangkatan unta yang memuatkan perdagangan kaum Quraisy yang di ketuai oleh Abu Sufyan, sedangkan mereka telah lepas jalan ke Makkah. Rasulullah bimbang jika ada diantara tenteranya yang tidak suka bertempur dengan tentera Quraisy dan ada yang berperasaan. Angkatan Unta yang dikejar telah terlepas jalan. Pasukan tentera Quraisy begitu besar berlipat ganda. Alat perang Quraisy lebih lengkap dan mereka serba kekurangan.


Dengan kebijaksanaan sebagai seorang Nabi dan pesuruh Allah, maka Nabi Muhammad S.A.W mengadakan permusyawaratan bersama pahlawan-pahlawan tenteranya meminta pendapat mereka. Pada mulanya, mereka berkata bahwa mereka keluar hanya untuk perdagangan Quraisy dan bukan untuk berperang. Ketika itu Rasulullah amat merasa susah hati dan berubah wajahnya. Apabila Abu Bakar r.a melihat keadaan ini, lalu beliau berkata:


“Ya Rasulullah, lebih baik kita bertempur dengan musuh!”. Diikuti pula dengan Umar r.a. Kemudian seorang sahabat Miqdad Bin Al-Aswad lalu berdiri dan berkata :


“Ya Rasulullah, teruskanlah pada barang apa yang Allah telah perintahkan pada Tuan! Maka kita serta Tuan. Demi Allah, kita tidak akan berkata kepada Tuan seperti perkataan kaum Bani Israil kepada Nabi Musa pada zaman dahulu. “Pergilah engkau bersama Tuhanmu, maka berperanglah engkau berdua. Kita sesungguhnya akan duduk termenung saja.”. Akan tetapi berkata kita pada Tuan sekarang “Pergilah Tuan bersama Tuhan Tuan! Dan berperanglah Tuan bersama Tuhan Tuan. Kita sesungguhnya berserta Tuan dan Tuhan Tuan. Kita ikut berperang. Demi Allah, jikalau Tuan berjalan dengan kita sampai kedesa Barkul Ghamad, nescaya kita berjuang bersama Tuan daripada yang lainnya. Kita akan berperang dari sebelah kanan Tuan dan di antara hadapan Tuan dan belakang Tuan.


Ketika itu Rasulullah juga ingin kepastian dari kaum Anshar. Melihat keadaan itu, Sa’ad Bin Muaz lalu berdiri dan berkata dengan kata-kata yang memberi keyakinan pada Rasulullah sama seperti kaum Muhajirin. Di ikuti pula oleh suara-suara pahlawan yang lain.


Setelah mendengar kata-kata daripada sahabat dan tenteranya yang sungguh meyakinkan, bercahayalah muka Nabi seraya tertampak kegirangannya. Pada saat itu juga Allah menurunkan wahyunya yang tercatat di Surah Al-Anfal ayat 5-7 yang ertinya :


“Sebagai Tuhanmu(Muhammad) mengeluarkan akan kamu dari rumhamu yang benar. Dan bahawasanya sebahagian dari orang-orang yang beriman itu sungguh benci. Mereka membantah kamu dalam urusan kebenaran (berperang) sesudah terang-benderang, seolah-olah mereka digiring akan salah satu dari dua (golongan Al’Ier dan golongan An Nafier), bahawasanya ia bagimu, dan kamu mengharapkan yang tidak berkekuatan senjata adalah bagi kamu, dan Allah berkehendak akan menyatakan kebenaran dengan semua sabdanya, dan memutuskan kekalahan orang-orang yang tidak percaya” 


(Al-Quran Surat Al-Anfal Ayat 5-7)


Setelah itu, nabi S.A.W lalu bersabda pada seluruh tenteranya:


“Berjalanlah kamu dan bergiranglah kerana sesungguhnya Allah telah memberi janji kepadaku salah satu daripada dua golongan (yaitu Al-Ier dan An-Nafier). Demi Allah, sungguh aku seakan-akan sekarang ini melihat tempat kebinasaan kaum Quraisy,”


Mendengar perintah Rasulullah S.A.W yang sedemikian itu, segenap kaum muslimin memulakan perjalanan dengan tulus ikhlas dan berangkatlah mereka menuju ketempat yang dituju oleh Nabi. Mereka selalu ta’at dan patuh kepada perintah Nabi dengan melupakan segala sesuatu yang menjadi kepentingan diri mereka sendiri.


Dipihak Quraisy pula ada beberapa kocar kacir yang terjadi sehingga beberapa kaum yang berjalan berpatah balik ke Makkah. Rasulullah tidak henti-henti memanjatkan do’a kepada Allah memohon pertolongan. Untuk menebalkan iman tenteranya dan meneguhkan semangat barisannya, Rasulullah menghadapkan mukanya kepada sekelian tenteranya sambil memohon kepada Allah yang ertinya :


“Ya Allah! Hamba memohon kepada Engkau akan janji dan perjanjian Engkau. Ya Allah! Jika Engkau berkehendak (mengalahkan pada hamba), tidak akan Engkau disembah lagi.” 


Diriwayatkan diwaktu itu, Nabi S.A.W berulang-ulang memohon kepada Allah sehingga Abu Bakar r.a yang senantiasa berada disisinya telah memegang selendang dan bahu Nabi sambil berkata bahwa Tuhan akan meluluskan padanya apa yang telah Allah janjikan. Selanjutnya, sebagai kebiasaan bangsa Arab, sebelum berperang maka diantara pahlawan-pahlawannya lebih dulu harus bertanding dan beradu kekuatan dengan pahlawan musuh. Dipihak kaum Quraisy, 3 pahlawan yang keluar adalah 1. Utbah Bin Rabi’ah, 2. Syaibah Bin Rabi’ah dan 3. Walid Bin Utbah. Dan dari tentera Islam ialah 1. ‘Auf bin Al-Harits, 2. Mu’adz bin Harts dan 3. Abdullah bin Rawahah. Mereka bertiga adalah dari kaum Anshar. Tetapi kerana kesombongan kaum Quraisy yang merasakan bangsanya lebih baik, tidak mahu menerima kaum Anshar, malah meminta Rasulullah mengeluarkan 3 orang pahlawan dari kaum Quraisy sendiri. Maka Rasulullah mengeluarkan 1. Hamzah Bin Abdul Muthalib, 2. Ali Bin Abi Thalib dan 3. ‘Ubadah Bin Al-Harits. Mereka berenam beradu tenaga sehingga akhirnya tentera Quraisy jatuh ketiga-tiganya dan tentera Islam hanya ‘Ubaidah Bin Al-Harits yang syahid. Ini adalah petanda bahwa kaum Quraisy akan tewas.  Setelah itu pertempuran terus berlaku. Tentera Islam yang seramai 313 orang berlawan mati-matian untuk menewaskan tentera Quraisy. Rasulullah senantiasa mengamati gerak-geri tentera Islam. Dengan sebentar waktu, berpuluh-puluh tentera musyrikin menghembuskan nafasnya, melayang jiwanya meninggalkan badannya bergelimpangan diatas tanah bermandikan darah. Tentera Islam senantiasa menyebut “Esa! Esa! Esa!”.


Rasulullah pula tidak henti-henti memanjatkan do’a pada Allah memohon kemenangan tentera Islam. Ada seketika dengan tidak ada sebab apapun, Rasulullah telah jatuh dengan mendadak sebagai orang pengsan. Tubuhnya gementar dan kedinginan bagaikan orang ketakutan. Tetapi tidak berapa minit, Beliau bangun dengan tegak lalu bersabda kepada Abu Bakar r.a. yang senantiasa berada disisinya, yang ertinya :


“Gembiralah oleh mu hai Abu Bakar. Telah datang pertolongan dari Allah kepadamu. Ini Malaikat Jibril sampai memegang kendari kuda yang ia tuntun atas kedua gigi sarinya berdebu.”  Rasulullah memberi semangat kepada tenteranya dengan sabdanya yang membawa maksud dan jaminan bahwa tentera Islam yang turut serta diperang Badar dijamin masuk syurga. Mendengar ini, tentera Islam semakin berkobar-kobar semangatnya. Ramai pembesar-pembesar Quraisy yang terkorban dan pada akhirnya, mereka bubar dan melarikan diri. 70 orang kaum Quraisy terbunuh dan 70 yang lain tertawan. Manakala tentera Islam pula hanya 14 yang syahid (6 dari Muhajirin dan 8 dari Anshar). Tentera Islam mendapat kemenangan dari sebab keteguhan dan ketabahan hati mereka. Bangkai-bangkai tentera musyrikin dilempar dan dikuburkan didalam sebuah perigi/sumur di Badar.


Kemenangan ini disambut dengan riang gembira oleh orang yang tidak mengikut peperangan, yaitu kaum perempuan, kanak-kanak dan beberapa orang lelaki yang diberi tugas mengawal Madinah dalam masa pemergian tentera Islam ke Badar itu. Di Madinah pula, Rasulullah memikirkan bagaimana cara yang patut dilakukan keatas orang tawanan perang. Rasulullah juga berpesan pada orang ramai supaya bersikap baik dan belas kasihan kepada orang tawanan. Sehingga ada kaum muslimin yang memberikan satu-satunya roti yang ada kepada orang tawanan. Sehingga orang tawanan merasa segan dengan kebaikan yang ditunjukkan. Rasulullah kemudian berbincang dengan orang Islam tentang nasib tawanan Badar. Ada yang menyatakan dibunuh saja kerana mereka telah engkar dengan Allah dan mengusir kaum Muhajirin dari Makkah. Ada pula yang lebih lembut hatinya dan disuruh lepaskan saja dengan harapan mudah-mudahan mereka akan insaf dan tertarik dengan Islam. Setelah lam berbincang, mereka akhirnya mengambil keputusan untuk melepaskan mereka dengan mengenakan tebusan sekadar yang sepatutnya mengikut keadaan masing-masing. Setinggi empat ribu dirham dan serendah satu ribu dirham. Bagi yang miskin tetapi ada pengetahuan membaca dan menulis dikehendaki supaya mengajar sepuluh orang kanak-kanak Islam. Mereka semua dibebaskan apabila tebusan telha dibayar atau kanak-kanak itu telah pandai.  


Hikmah didalam peperangan Badar

Peperangan Badar ini amat besar ertinya bagi agama Islam. Andaikata tentera Islam kalah dalam peperangan ini maka tamatlah riwayat orang-orang Islam malah agama Islam itu sendiri. Kemenangan ini juga menguatkan lagi kedudukan Islam di Madinah danmenambahkan keyakinan bahwa mereka adalah pihak yang benar. Mereka telh mula disegani dan ditakuti oleh kabilah-kabilah Arab lain dan digeruni oleh orang Yahudi dan Munafiqin Madinah. Sebaliknya pengaruh orang Quraisy Makkah mula lemah dan merosot. Orang yang ditawan oleh tenters Islam pula, apabila mereka balike ke Makkah setelah dilepaskan telah menceritakan kepada sahabat-sahabat dan keluarga tentang kebaikan orang Islam. Cerita ini dengan tidak secar langsung telah member pertolongan yang besar kepada perkembangan agama Islam di Makkah. Mereka yang selalunya menerima layanan buruk dari orang Quraisy secara diam telha berhijrah ke Madinah dan memeluk agama Islam. Dengan ini tentera Islam bertambah dar masa ke masa. Perang Badar telah memperkuatkan lagi kepercayaan orang Islam kepada nabi Muhammad S.A.W. dan ajaran Islam. Mereka sanggup berkorban jiwa untuk kepentingan Baginda dan agama Islam




Kesimpulan

Pengajaran dari peperangan ini menunjukkan bahwa kaum Quraisy tidak bersatu padu. Ini terbukti apabila ada beberapa puak yang menarik diri sebelum perang terjadi. Dengan ini sebagai orang Islam kita harus bersatu demi untuk mencapai kemenangan. Kaum Quraisy terlalu yakin yang mereka akan berjaya memusnahkan Islam yang memang sedikit dari jumlah tetapi tidak dari semangat. Mereka tidak dapat mengalah tentera Islam kerana semangat tentera Islam begitu kukuh kerana Rasulullah telah berjaya menjalin silaturrahim yang kuat sesama Islam. Nabi Muhammad S.A.W adalah pentabdir yang berkaliber dan pintar mengendalikan tektik peperangan. Orang Islam mempunyai pegangan iaitu berjaya didunia atau mati syahid.




badriyah.png



Terjemahan Selawat Badariyah

Selawat dan Salam dilimpahkan Tuhan Atas Nabi Muhammad Pesuruh Allah


Selawat dan Salam dilimpahkan Tuhan Atas Nabi Muhammad Kekasih Allah


-Kami Bertawassul dengan Bismillah  Dan Pembawa Petunjuk, Utusan Allah


  Semua yang berjihad di jalan Allah   Khususnya pejuang Badar, Ya Allah


-Ya Allah selamatkanlah Umat Islam    Dari malapetaka dan kemurkaan Mu


  Dari segala kedukaan dan kesusahan  Dengan berkat pejuang Badar, Ya Allah


-Ya Allah lepas dan hilangkanlah        Segala yang menyakiti dan balikkanlah


  Perdaya musuh, kasihanilah kami      Dengan berkat pejuang badar, Ya Allah


-Ya Allah lepaskan kami dari kesusahan  Dan kehancuran kerana maksiat


  Segala macam cobaan dan penyakit     Dengan berkat pejuang badar, Ya Allah


-Banyak rahmatMu sudah diterima       Banyak kerendahan yang telah di singkir


  Banyak nikmatMu yang telah dikecap  Dengan berkat pejuang badar, Ya Allah


-Cukup banyak kemampuan yang Engkau beri selama ini


  Cukup banyak kenikmatan Engkau rasakan pada yang berhajat


  Cukup banyak kesalahan Engkau maafkan pada yang berdosa


  Dengan berkat pejuang badar, Ya Allah


-Sesungguhnya bumi yang luas terasa sempit


  Dalam dada orang yang tertimpa bala


  Lepaskan kami dari cubaan yang menyusahkan  


  Dengan berkat pejuang badar,  Ya Allah


https://docs.google.com/document/d/1gasdJaOanogmBzNStPG9-tsBUkF9CEx2BxpsUTBB4sk/edit?usp=drivesdk

Tuesday, February 2, 2021

Kegiatan Kebersihan Kolsm

Saturday, August 22, 2020

Belajar Memahami Dengan Methode "Translating"

 Belajar Memahami Dengan Methode "Translating"

اَلْقَصِدَةُ الْبُرْدَةِ

QASIDAH BURDAH

لِامَامِ مُحَمَّدِبْنِ سَعِيْدِ الْبُوْ صِيْرِيْ

Oleh َ:

IMAM MUHAMMAD IBNU SA'ID 

AL BUSHIRI


اَلْفَصْلُ الرَّابِعُ 

BAB IV

۞فِی مَوْلِدُ النَّبِيِّ ﷺ۞ٰ

KELAHIRAN NABI SAW

مَوْلَايَ صَلِّی وَسَلِّمْ دَائِمًا اَبَدًا۞

عَلَی َحبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ۞ 


Wahai Tuhanku! Curahkanlah selalu sholawat dan salam kepada kekasih-Mu mahluk terbaik dari mahluk seluruhnya .


اَبَا نَ مَوْلِدُهُ عَنْ طِيْبِ عِنْصُرِهِ

يَاطِيْبَ مُرْتَدَاٍ مِنْهُ وَمُخْتَتَمِ۞

Kelahirannta(Nabi SAW)mengungkapkan tentang kesucian unsurnya. Anlangkah baik permulaan maupun pengh8j7ngnya.


يَوْمٌ تَفَرَّسَ فِيْهِالفُرْسُ اَنَّهُمُ

قَدْ اُنْذِرُ ْا بِحُلوْلِ الْبُؤْسِ وَالنِّقَامِ۞


Hari yang telah diramalkan orang-orang Persi  bahwa mereka pasti akan mendapat peringatan dengan datangnya bencana dan siksa.


وَبَاتَ اِؤْوَنُ كِسْرٰی وَهُوَ مُنْصَدِعٌ

كَمَشْلِ اَصْحَابِ كِسْرَی غَيْرَ مُلْتَعِمِ ۞


Dan saat tenfah malam istana Raja Kisra menjadi terbelah, sebagaimana hubungan sekutu-sekutu Raja Kisra yang tanpa persatuan.


وَالنَّارُ خَامِدَةُالْاَنْفَاسِ مِنْ اَسَفٍ

عَلَيْهِ وَالنَّهأرُ سَاهِی الْعَيْنِ مِنْ سَدِمِ۞


Dan apu sesembahan meteka padam karena kesedihan dan mata air sungai

menjadi kering karena kesengsaraan.


وَسَآ ء سَاوَتَ اَنْ غَاضَتْ بُحَيْرَتُهَا 

وَرُدَّ وَاِدُهَا بِالْغَيْظِ حِيْنَ ظَمِی۞


Dan alsngkahburuknyakeasaan di sekitar  Danau Sawah saat danaunya mengering. Dan orang yang ibgin mengambil airnya terpaksa kenbali dengan perasaan marah ketika haus.


كَاَنَّ بِالَّارِ مَا بِالْمَاءِ مِنْ ۘبَلَلٍ

حُزْهزاً بِالْمَآءِ ما بِالنَّآرِ مِنْ ضَرَمِ


Seakan-akan pada api sesembahan itu terdapat air (Danau Sawah) yanf memvasahi. karena kesedihan. dan pada air Danau Sawah terdapat api yang menyala.


وَالْجِنُّ تَهْتِفُ وَالْاَنْوَارُ سَاتِعَةٌ 

وَالْحَقُّ يَظْهَرُ مِنْ مَعْنً ومِنْ كلَمِ ۞


Dan bangsa Jin mnjerit? serta lampu-lampu menyala terang. Dan kebenaran tampak nyata. Baik dari makna msupun perkaraan.


عَمُوا وَصَمُّوا فَاِعْلَانُ الْبَشَاءِرِ لَمْ 

تُسمعُ وَبَارِقَةُ الْاَنْذَارِ لَمْ تُشَمِ


Mereka menjadi buta dan tuli, pengumuman, kabar gembira tudak didengar. Dan k8latan peringatan tidak dihiraukan.


مِنْ بَعْدِ مااَخْبرَ  الْاَقْوَامَ كَاهِنُهُمْ 

بِاَنَّ دِيْنُهُمُ الْمُعْوَجَّ لَمْ يَقُمِ ۞


Setelah apa yang dikabarkan oleh pendeta-pendeta mereka bahwa agama mereka yang melenceng itu tidak dapat berdiri lagi.


 و بَعْدَمَا عَا يَنُوا فِی الاُفْقِ مِنْ شُهُبٍ

مُنْقَضَّةٍ وَّفْقَ مَا فِی الَاَرْضِ مِنْ صَنَمِ ۞


Dan setelah apa yang mereka lihat di ufuk, yaitu bintang-bintang yang berjatuhan, sama debfan apa yang terjadi pada berhala-berhala yang ada di vumi.


حَتَّی غَدَا عَنْ  طرِيْقِ  الْوَحْيِ  مُنْهَزِمُ

مِان الشَّيَاطِينِ  يَقْفُوٓ اِثْرَ منْهَزِمِ۞


Hingga terbuka turunnya wahyu menyebabkan syetan-syetan lari tetbirit-birit untuk mengelak dari wahyu yang terus berdatangan.


كَاَنَّهُمْ هَرَبًا اَبْطَالُ اَبْرَهَةٍ 

اَو اسْكَرٌ بِالحَصَ مِنْ رَاحَتَيْهِ رُمِی ۞


Mereka berlarian bagaikan tentara Abrahah atau PaSukan yang dihujani kerikiI l yang dilempar olehnya (Nabi SAW)  yang dilempar lehnya.


نَبْذًابِهٖ بَعْذَ تَسِْبِيْحٍ بِبَتْنِهِمَا 

نَبْذَالمُسَبِّحِ  مِنْ اَحْشَآءِ مُلْتَقِمِ ۞


Dilemparkan (kerikil-kerikil) olehnya setelah mereka bertasbih di dalam kedya telaoak tanfannya, bagaikan terlemparnya orang yang bertasbih (Nabi Yunus A.S.) Dari perut si penelan (IKAN Nun). 


Copyright @ 2013 IKATAN KELUARGA BESAR HAJI ABU BIN HAJI RAIS.